Keamanan Sistem Komputer
A. Algoritma
1. Hubungan Keamanan Sistem Komputer Dengan Algoritma Beaufort Cipher
Kriptografi secara garis besar
didefinisikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari cara menjaga suatu pesan
data tetap aman terkirim sehingga pihak ketiga tidak akan mengetahui isi dari pesan tersebut.
Ada banyak definisi kriptografi
didefinisikan oleh beberapa ahli. Salah
satunya Bruce Sch einer dalam bukunya “Applied Cryptography”,
menuliskan kriptografi adalah ilmu
pengetahuan dan seni menjaga message tetap aman (secure).
Kemudian juga menuliskan, secara umum
kriptografi itu sendiri adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan suatu
berita. Ia juga menuliskan ada pengertian lain, yaitu pengertian ilmu yang
mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan
informasi, sebagai contoh, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi
data (definisi oleh A. Menezes, P. van
Oorshot, dan S. Vanstone. Dituliskan juga tidak semua aspek keamanan suatu
jaringan komputer ditangani oleh
kriptografi.
Mengapa Kriptografi digunakan untuk aspek keamanan suatu jaringan komputer?
Ada beberapa alasan kriptografi digunakan
untuk mengamankan suatu data dalam jaringan, yaitu
1. Rahasia
Semua sandi dari suatu kriptografi dapat
menjagaisi informasi dari siapapun kecuali orang yang memiliki sandi tersebut
untuk melihat informasi yang telah dikunci tersebut
2. Integritas Data
kriptografi berhubungan dengan penjagaan
daripada perubahan data secara tidak sah
oleh orang ketiga. Untuk menjaga integritas data, sistem harus bisa mendeteksi
manipulasi dataoleh orang pihak ketiga, seperti penysipan, penghapusan, dan
pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.
3. Autentikasi
Berhubungan dengan identifikasi atau
pengenalan Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memerkenalkan diri
Hal ini untuk mengecek keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dll.
4. Non-repudasi
Usaha mencegah terjadinya penyangkalan
terhadap terciptanya suatu informasi.
2. Algoritma Beaufort Cipher
Pengertian Beaufort Cipher
Pengertian Beaufort Cipher
Bukan hanya viginère cipher, berikut ini
juga merupakan cipher berasal dari negara Prancis. Karena berasal dari negara
yang sama tentunya teknik enkripsi yang digunakan tidak terlalu jauh berbeda.
Beaufort Cipher secara umum yaitu merupakan teknik enkripsi subtitusi yang
berfungsi untuk menyamarkan suatu pesan tertentu dengan menggunakan tabel abjad
dan keyword yang telah ditetapkan. Sama seperti viginère cipher, ini
menggunakan tabel yang terdiri dari abjad a-z pada baris dan kolomnya yang
sering disebut dengan tabula recta. Tabel ini juga memerlukan suatu keyword
atau kata kunci dalam mengenkripsi atau decipher pesan yang tersembunyi
tersebut.
Sejarah Beaufort Cipher
Cipher Beaufort, yang dibuat oleh Sir
Francis Beaufort, adalah cipher substitusi yang mirip dengan Vigenère cipher,
dengan mekanisme pengkodean dan table yang dimodifikasi sedikit. Aplikasi yang paling terkenal adalah di mesin
cipher rotor berbasis, Hagelin M-209. Cipher Beaufort didasarkan pada persegi
Beaufort yang pada dasarnya sama dengan persegi Vigenère tetapi dalam urutan
terbalik dimulai dengan huruf "Z" di baris pertama, di mana baris
pertama dan kolom terakhir melayani tujuan yang sama.
Cara Kerja Beaufort Cipher
•
Untuk mengenkripsi pesan plaintext menggunakan Vigenère Cipher, salah
satu menempatkan baris dengan huruf pertama yang akan dienkripsi, dan kolom
dengan huruf pertama dari kata kunci.
•
Huruf ciphertext terletak di persimpangan dari baris dan kolom. Hal ini
berlanjut untuk seluruh panjang
pesan. Menjalankan grafik kode kunci
•
Sebuah cipher Beaufort menggunakan tabel alfabet yang sama dengan cipher
Vigenère, tetapi dengan algoritma yang berbeda. Untuk menyandikan surat Anda
menemukan huruf di baris atas. Kemudian melacak ke bawah sampai Anda menemukan
keyletter tersebut. Kemudian melacak ke kolom paling kiri untuk menemukan huruf
dienkripsi.
•
Untuk menguraikan surat, Anda menemukan surat di kolom kiri, melacak ke
keyletter dan kemudian melacak untuk
menemukan huruf diuraikan.
•
Beberapa orang menemukan ini lebih mudah dilakukan daripada menemukan
persimpangan dari baris dan kolom
•
Namun, pada saat ini algoritma beaufort tidak hanya bisa mengenkripsi
dan dekripsi huruf saja tetapi angka maupun simbol-simbol yang terdapat pada
tabel ASCII bisa di enkripsi dan dekripsi. Dalam perkembangan sistem komputasi
modern, karakter atau simbol biasanya direpresentasikan dalam bentuk ASCII.
Setiap karakter atau simbol yang muncul di layar komputer memiliki kode ASCII
yang berbeda dan panjang masing-masing kode ASCII dalam biner adalah 8 bit
(Budiman and Rachmawati, 2017).
menunjukkan list karakter yang akan
digunakan. Adapun list karakter yang digunakan sebanyak 100 karakter. Proses
enkripsi dan dekripsi algoritma Beaufort Cipher dirumuskan sebagai berikut:
•
Ci ≡ Ki−Pi P (mod n) ------------------ (1)
•
i ≡ Ki−Ci
dimana 𝑃i merupakan plaintext, Ki adalah key, 𝐶i adalah ciphertext yang diperoleh dan 𝑛 adalah jumlah karakter yang digunakan (Mollin, 2007).
(mod
n) ------------------(2)
Berikut adalah contoh proses enkripsi dan
dekripsi :
Plaintext : TIA RAHMADIANTI
Kunci : Fasilkom-TI USU
Proses Enkripsi
Proses Deskripsi
3. Studi Kasus
REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Serangan
siber besar terhadap data kesehatan Singapura menyebabkan kebocoran data
pribadi sekitar 1,5 juta orang, termasuk Perdana Menteri Lee Hsien Loong.
Pemerintah menyebut insiden itu sebagai
kebocoran data pribadi terparah yang pernah dialami Singapura. Kebocoran
terjadi saat pemerintah menempatkan keamanan siber sebagai prioritas utama bagi
kawasan Asia Tenggara.
Pada tahun ini, Singapura mengepalai
Perhimpungan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang beranggotakan 10 negara.
"Penyelidikan Badan Keamanan Siber Singapura (CSA) bersama Sistem
Penerangan Kesehatan Terpadu (IHiS) menunjukkan itu adalah serangan siber
sangat terencana. Itu tidak dilakukan oleh peretas kacangan atau geng
kriminal," kata pernyataan resmi pemerintah, Jumat (20/7).
Sekitar 1,5 juta data dari pasien yang
mengunjungi klinik antara Mei 2015 sampai 4 Juli tahun ini telah disalin secara
ilegal. "Para pelaku secara khusus berulang kali berusaha mencuri data dan
informasi obat-obatan yang digunakan Perdana Menteri Lee Hsien Loong,"
kata mereka.
Kementerian Komunikasi dalam pernyataan
terpisah mengatakan sebuah komite penyelidikan akan dibentuk dan kebijakan akan
segera diputuskan untuk memperkuat sistem pemerintahan dalam menghadapi
serangan siber. Kedua kementerian tidak merinci siapa yang diduga menjadi
dalang serangan.
PM Lee, dalam sebuah postingan Facebook
usai terjadinya serangan, mengaku tidak tahu informasi apa yang tengah dicari
pelaku serangan siber. "Data medis saya bukan merupakan suatu yang bisa
saya ceritakan begitu saja pada orang lain, tapi tidak ada yang berbahaya di
dalamnya," kata dia.
Penerapan Algoritma Beaufort cipher ini
pada bagian penyimpanan data pasien, contoh pasien yang berobat dibuatkan file
untuk menyimpan informasi-informasi penyakit yang dialami beserta obat yang
digunakan. File pasien tersebut akan dienkripsi agar hanya pihak rumah sakit
dan pasien sendiri yang tau isi dari file tersebut
4. Sintaks Algoritma Beaufort Cipher Dengan Menggunakan Bahasa C# Visual
Studio
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;
using System.Threading.Tasks;
namespace BeufortCipher
{
class BeaufortCipher
{
static void Main(string[] args);
public static void Run()
{
Console.WriteLine("BeaufortCipher");
Console.WriteLine();
string clearText = "text to cipher"; ///ini merupakan Plaintext
Console.readLine("Plain Text: ");
List<char> alphabet =
Enumerable.Range('a', 'z' - 'a'
+ 1)
.Select(x =>
(char)x).ToList();
char[][] tabulaRecta = new
char['z' - 'a' + 1][];
for (int i = 0; i < tabulaRecta.Length; i++)
{
tabulaRecta[i] =
alphabet.ToArray();
var first = alphabet.First();
alphabet.Remove(first);
alphabet.Insert(alphabet.Count,
first);
}
string keyword = "alltech"; ///ini merupakan Key
Console.WriteLine("Key : " + keyword);
Console.WriteLine();
string cipherText = Cipher(clearText, tabulaRecta, keyword);
Console.WriteLine("Ciphered Text: {0}", cipherText);
string decipherText = Decipher(cipherText, tabulaRecta, keyword);
Console.WriteLine("Deciphered Text: {0}", decipherText);
Console.ReadKey();
}
private static string GrowToTextSize(int length, string keyword)
{
string result = keyword;
int idx = 0;
while (result.Length < length)
{
result += keyword[idx++];
if (idx >= keyword.Length)
{
idx = 0;
}
}
return result;
}
private static int IndexOf(char[] array, char toFind)
{
int result = -1;
for (int i = 0; i < array.Length; i++)
{
if (array[i] == toFind)
{
result = i;
break;
}
}
return result;
}
private static string Cipher(string clearText, char[][] tabulaRecta,
string keyword)
{
string result = string.Empty;
keyword = GrowToTextSize(clearText.Length, keyword);
for (int i = 0; i < clearText.Length; i++)
{
int row = keyword[i] - 'a';
char charToCipher =
clearText[i];
int idx =
IndexOf(tabulaRecta[row], charToCipher);
if (idx == 0)
{
idx =
tabulaRecta[row].Length;
}
idx = tabulaRecta[row].Length -
idx;
result += tabulaRecta[0][idx];
}
return result;
}
private static string Decipher(string cipherText, char[][] tabulaRecta,
string keyword)
{
string result = string.Empty;
result = Cipher(cipherText, tabulaRecta, keyword);
return result;
}
}
}
5. Link Blog Anggota Kelompok :
https://beufortcipherksk.blogspot.com/2018/12/beaufort-cipher-ksk_12.html
6. Referensi
untuk source code nya bisa didownload disini
untuk source code nya bisa didownload disini
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/6867 /Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
http://informatika.stei.itb.ac.id/~rinaldi.munir/Matdis/2017-2018/Makalah2017/Makalah-Matdis-2017-071.pdf
B. Analisa Algoritma
Hubungan KSK Terhadap Algoritma Lain
(Vigenere Cipher)
Ada beberapa alasan kriptografi digunakan
untuk mengamankan suatu data dalam jaringan, yaitu
1. Rahasia
Semua sandi dari suatu kriptografi dapat menjagaisi
informasi dari siapapun kecuali orang yang memiliki sandi tersebut untuk
melihat informasi yang telah dikunci tersebut
2. Integritas Data
kriptografi berhubungan dengan penjagaan
daripada perubahan data secara tidak sah
oleh orang ketiga. Untuk menjaga integritas data, sistem harus bisa mendeteksi
manipulasi dataoleh orang pihak ketiga, seperti penysipan, penghapusan, dan
pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.
3. Autentikasi
Berhubungan dengan identifikasi atau pengenalan
Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memerkenalkan diri Hal ini
untuk mengecek keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dll.
4. Non-repudasi
Usaha mencegah terjadinya penyangkalan
terhadap terciptanya suatu informasi.
2. Algoritma Vigenere Cipher
Sejarah Algoritma Vigenere Cipher
Vigenere chiper merupakan salah satu algoritma kriptografi klasik untuk menyandikan suatu plaintext dengan menggunakan teknik substitusi.Vigenere cipher pada dasarnya cukup rumit untuk dipecahkan.
Cipher ini adalah termasuk cipher simetris,
yaitu cipher klasik abjad majemuk. Karena setiap huruf dienkripsikan dengan
fungsi yang berbeda. Vigenère Cipher merupakan bentuk pengembangan dari Caesar Cipher. Kelebihan
sandi ini dibanding Caesar Cipher dan cipher monoalfabetik lainnya adalah cipher
ini tidak begitu rentan terhadap metode pemecahan cipher yang disebut analisis
frekuensi.
Vigènere Cipher menggunakan Bujursangkar
Vigènere untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Jika pada Caesar Cipher setiap
huruf digeser dengan besar geseran yang sama, maka pada Vigènere Cipher setiap huruf digeser
dengan besar yang berbeda sesuai dengan kuncinya.
Enkripsi Vigenere Cipher
Secaramatematis, enkripsi Vigènere Cipher
dengan jumlah karakter sebanyak 26 dapat ditulis dalam bentuk
Ci = (Pi+Kj) mod 26 atau
Ci = (Pi+Kj) mod n (Untuk Vinegere Cipher
dengan jumlah karakter n)
Ket :
•i = 1,2,3,...,(panjang kunci)
•j = ((i-1) mod 25) +1)
Deskripsi
3. Perbedaan dan Persamaan Antara Algoritma Beaufort Cipher dan Algoritma Vigenere Cipher
- Perbedaan
Pengurutan algoritma beaufort terbalik dimulai dengan huruf “Z”
Algoritma beaufort bisa membaca simbol maupun angka
Deskripsi
• Untuk melakukan dekripsi pada Vigènere Cipher,
digunakan kebalikan dari fungsi enkripsinya. Secara matematis, dekripsi
Vigènere Cipher dengan jumlah karakter sebanyak 26 dapat ditulis dalam bentuk
Pi = (Ci-Kj) mod 26 atau
Pi = (Ci-Kj) mod n (Untuk
Vinegere Cipher dengan jumlah karakter n)
Ket :
• i = 1,2,3,...,(panjang kunci)
• j = ((i-1) mod 25) +1)
3. Perbedaan dan Persamaan Antara Algoritma Beaufort Cipher dan Algoritma Vigenere Cipher
- Perbedaan
Pengurutan algoritma beaufort terbalik dimulai dengan huruf “Z”
Algoritma beaufort bisa membaca simbol maupun angka



